PROPOSAL PELUANG USAHA MAKANAN
A. PELUANG USAHA : KUE BERAS KOREA "TTEOKBOKKI"
B. DESKRIPSI
"Tteokbokki Kue Beras Korea"
Tteokbokki merupakan salah satu jenis jajanan kas Korea yang memiliki
penampilan menarik, yaitu beluran kue berwarna merah menyala, pedas dan kenyal. Tekstur
makanan ini sangat lembut dan nikmat.Anda dapat menikmati makanan ini ketika
masih hangat.Ternyata, Tteokbokki juga di gemari di Indonesia, Bahan-bahannnya
juga mudah didapatkan. Di antaranya tepung beras, minyak wijen, bawang bombay,
cabai, wortel, dan minyak wijen. Sementara bumbu yang di gunakan adalah pasta
cabai, gula halus, lada hitam, bawang putih, biji wijen,dan sebagainya. Rasanya
yang pedas, tentu sangat cocok dengan lidah orang-orang Indonesia.
C. TUJUAN
Jadi tujuan ini merangkum tentang dasar persiapan dalam peluang usaha makanan asia atau bisa disebut jajanan asia(tteokbokki),dan modal jajanan tersebut sedikit mahal karna bahan yang diperlukan tidak sedikit.
D. PELUANG KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
a. Investasi Peralatan
Jadi tujuan ini merangkum tentang dasar persiapan dalam peluang usaha makanan asia atau bisa disebut jajanan asia(tteokbokki),dan modal jajanan tersebut sedikit mahal karna bahan yang diperlukan tidak sedikit.
D. PELUANG KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
- KEUNTUNGAN
- KERUGIAN
Karena banyak yang tidak mengetahui kenikmatan jajanan ini sehingga banyak pengunjung yang tidak berminat(jarang).
Jadi berikut kita akan memberithu perkiraan analisa usaha tteokbokki ini!!!!
E. ANALISA USAHA
a. Investasi Peralatan
·
Freezer Rp 1.350.000.00
·
Etalase Rp1.400.000,00
·
Kompor dan tabung gas Rp 420.000,00
·
Baskom Rp 120.000,00
·
Panci Rp 150.000,00
·
Pengukus Rp 170.000,00
·
Wajan Rp 120.000,00
·
Sendok Rp 50.000,00
·
Penghalus bumbu Rp 500.000,00
·
Piring Rp 100.000,00
·
Meja dan kursi Rp 250.000,00
·
Alat tambahan Rp 100.000,00
Jumlah Investasi Rp3.380.000,00
Jumlah Investasi Rp3.380.000,00
b. Biaya Variabel
·
Tepung beras Rp
35.000,00
·
Minyak wijen Rp
19.000,00
·
Bawang bombay Rp
20.000,00
·
Wortel Rp
25.000,00
·
Cabai Rp
12.000,00
·
Pasta cabai Rp
20.000,00
·
Gula halus Rp
17.000,00
·
Lada hitam Rp
15.000,00
·
Irisan daun bawang Rp
16.000,00
·
Kaldu rasa sapi Rp
20.000,00
·
Bawang putih Rp
18.000,00
·
Kemasan Rp
20.000,00
·
Gas LPG Rp
20.000,00
·
Listrik Rp
60.000,00
·
Biaya sewa ruko (tempat) Rp350.000,00
·
Air Rp
45.000,00
·
Bahan lain Rp
20.000,00
Total Biaya Variabel Rp658.000,00
Total Biaya Variabel Rp658.000,00
Total Biaya Variabel 1 bulan = Rp658.000,00 X 30 hari = Rp19.740.000,00
c. Pendapatan per Bulan
60 porsi X Rp15.000,00 = Rp900.000,00
Rp900.000,00 X 30 hari = Rp27.000.000,00
Rp900.000,00 X 30 hari = Rp27.000.000,00
d. Keuntungan per Bulan
Total Penadapatan – Biaya Variabel
Rp27.000.000,00 – Rp19.740.000,00 = Rp7.260.000,00
Total Penadapatan – Biaya Variabel
Rp27.000.000,00 – Rp19.740.000,00 = Rp7.260.000,00
TEORI KEMASAN
Ø Pengertian
Kemasan
ILUSTRASI KEMASAN
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk,
struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan
informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk
membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan
membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).
Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132).
Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132).
Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.
Ø Fungsi Kemasan
Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus
suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai
pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Simamora (2007) mengemukakan
pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu:
1. Fungsi Protektif
Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim,
prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada
pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus
menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.
2. Fungsi Promosional
Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan
produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional. Menyangkut
promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna,
ukuran, dan penampilan.
Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu :
Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu :
- Self service. Kemasan semakin berfungsi
lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik,
menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan
menyeluruh yang mendukung produk.
- Consumer
offluence.
Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan,
ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
- Company and brand
image.
Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang
dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan
atau merek produk.
- Inovational
opportunity. Cara
kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi
keuntungan bagi produsen.
Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga
memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut:
- Kemasan melindungi produk dalam pergerakan. Salah
satu fungsi dasar kemasan adalah untuk mengurangi terjadinya kehancuran,
busuk, atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan penempatan.
- Kemasan memberikan cara yang menarik untuk
menarik perhatian kepada sebuah produk dan memperkuat citra produk.
- Kombinasi dari keduanya, marketing dan Logistik
dimana kemasan menjual produk dengan menarik perhatian dan
mengkomunikasikannya.
Ø Tujuan Kemasan
Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan
kemasan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
- Physical
Production.
Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan
sebagainya.
- Barrier
Protection.
Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.
- Containment or
Agglomeration.
Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk
efisiensi transportasi dan penanganan.
- Information
Transmission.
Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang
paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
- Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat
ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda
pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk
memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.
- Convenience. Fitur yang menambah
kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan,
kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.
- Marketing. Kemasan dan label dapat
digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.
Ø Jenis-jenis
Kemasan
Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu:
- Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung
mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll).
- Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi
utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak
karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang
dibungkus dan sebagainya.
- Kemasan Tersier
dan Kuarter, yaitu
kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi.
Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu:
- Kemasan sekali
pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai.
Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus,
makanan kaleng.
- Kemasan yang
dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh
konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian
dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol
kecap.
- Kemasan yang
tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk
kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng
biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.
Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi
menjadi dua jenis, yaitu:
- Kemasan siap
pakai, yaitu
bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak
keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan
sebagainya.
- Kemasan siap
dirakit, yaitu
kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya
kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat
dari kertas, foil atau plastik
Ø Persyaratan Bahan
Kemas
Dalam menentukan fungsi perlindungan
dari pengemasan, maka perlu dipertimbangkan aspek-aspek mutu produk yang akan
dilindungi. Mutu produk ketika mencapai konsumentergantung pada kondisi bahan mentah,
metode pengolahan dan kondisi penyimpanan. Dengan demikian fungsi kemasan harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
·
Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan,
pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan.
·
Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya
perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan
mekanis, kontaminasi mikroorganisme.
·
Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi,
informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan
harus mendapatkan perhatian.
·
Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar,
sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan.
·
Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar
yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.
Dengan adanya persyaratan yang harus
dipenuhi kemasan tersebut maka kesalahan dalam hal memilih bahan baku kemasan,
kesalahan memilih desain kemasan dan kesalahan dalam memilih jenis kemasan,
dapat diminimalisasi. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut maka
kemasan harus memiliki sifat-sifat :
·
Bersifat non-toksik dan inert (tidak bereaksi
dan menyebabkan reaksi kimia) sehingga dapat
mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk yang dikemas.
·
Kuat dan tidak mudah bocor.
Ø Penggolongan kemasan
Cara-cara pengemasan sangat erat berhubungan
dengan kondisi komoditas atau produk yang dikemas serta cara transportasinya.
Pada prinsipnya pengemas harus memberikan suatu kondisi yang sesuai dan
berperan sebagai pelindung bagi kemungkinan perubahan keadaan yang dapat
memengaruhi kualitas isi kemasan maupun bahan kemasan itu sendiri. Kemasan
dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain:
1. Frekuensi Pemakaian
·
Kemasan Sekali Pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung
dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton
dus, makanan kaleng.
·
Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali (Multi Trip), seperti
beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut
umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen
penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
·
Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini
biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai,
misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis
botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.
2. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan
letak atau kedudukan suatu bahan kemas di dalam sistem kemasan keseluruhan
dapat dibedakan atas :
·
Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan
(kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
·
Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok
kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu,
kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.
·
Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi
pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan
sebagai pelindung selama pengangkutan.
3. Sifat Kekakuan Bahan Kemas
·
Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan
lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.
·
Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki
sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol
plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang
berbentuk pasta.
4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan
·
Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui
oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas.
·
Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang
tidak bersifat transparan, misalnya kemasan
logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang
mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi.
·
Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang
memerlukan proses
pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.
5. Tingkat Kesiapan pakai
·
Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk
yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan
sebagainya.
·
Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang
masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam
bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik



